Rabu, 07 Maret 2012

STRATEGI PEMBANGUNAN


MACAM-MACAM STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI

Salah satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam memplajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Strategi pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas faktor-faktor (variabel) yang akan dijadikan faktor/variabel utama yang menjadi penentu jalannya proses pertumbuhan (Suroso,1993). Beberapa strategi pembangunan ekonomi yang dapat di sampaikan;

Strategi Pertumbuhan

Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah:
  • Strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat, sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
  • Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat kebawah (trickle-dowm-effect)- pendistribusian kembali.
  • Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan terciptanya pertumbuhan ekonomi.
  • Kritik paling keras dari strategi pertama ini adalah, bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.
Strategi pembangunan Dengan Pemerataan

Inti dari konsep strategi ini adalah, dengan ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu.

Strategi Ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan strategi kedua mendorong para ahli ekonomi mencari alternatif lain, sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep ketergantungan adalah:
  • Kemiskinan di negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu jika suatu negara ingin bebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranyanadalah; meningkatnya produksi nasional, yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya.
  • Teori ketergantungan ini kemudian dkritik oleh Kothari dengan mengatakan "... teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (selfdevelopment). Sebab selalu akan gempang sekali bagi kita untuk menumpahkan semua kesalahan pihak luar yang memeras, sementara pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja..." (Kothari dalam Ismid Hadad, 1980)
Strategi Yang Berwawasan Ruang

Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirrschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurangn mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih maju/kaya. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah kaya atau maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (back-wash effect). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai, sedangkan Hirschman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok

Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Indonesia Sedunia (ILO) pada tahun 1975), dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia idak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengganguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.


FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI

Pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan ekonomi adalah tujuan yang khendak dicapai. Apabila yang ingin dicapai adalah tingkat pertumbuhan yang tinggi, maka faktor yang mempengaruhi digunakannya strategi tersebut adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah, akumilasi kapital rendah, tingkat pendapatan pada kapital yang rendah, struktur ekonomi yang berat ke sektor tradisional yang juga kurang berkembang.

Melalui peningkatan laju pertumbuhan itu orang percaya bahwa prinsip trickle down effect akan bekerja dengan baik sehingga tujuan pembangunan secara keseluruhan dapat dicapai. Namun seperti yang telah diuraikan ternyata strategi pembangunan itu tidak dapat berperan baik, khususnya dalam mencapai tingkat pemerataan pembangunan, mengatasi pengganguran dan kemiskinan. Sehingga faktor yang mempengaruhi dipilihnya strategi penciptaan lapangan pekerjaan adalah tidak bekerjanya trickle down effect, pemerataan pembangunan yang pincang, pengganguran yang cukup besar khususnya di sektoe tradisional yang dipihak lain masih didukung laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi.

Dengan demikian faktor-faktor yang mempengaruhi diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi pada pemerataan antar daerah adalah potensi anyar daerah yang berbeda, kebijaksanaan penanaman modal yang berat sebelah (urban bias: penanaman modal hanya di sektor yang sangat menguntungkan, biasanya di daerah perkotaan), dan karena adanya ketimpangan antar daerah.

Manfaat Perencanaan Pembangunan ...
Adapun definisi perencanaan pembangunan, menurut Bintoro Tjokromidjojo, manfaat perencanaan adalah :
1. Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu persyaratan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
2. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaa yang akan dilalui.
3. Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara yang terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
4. Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas
5. Dengan adanya rencana maka akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi
6. Penggunaan dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien dan efektif
7. Dengan perencanaan, perkembangan ekonom yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatkan
8. Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjungtur.


Periode Perencanaan Pembangunan
Dalam sejarah perkembangannya, perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia dibagi dalam beberapa periode, yakni :
Periode Orde Baru, dibagi dalam :
• Periode 1945 – 1950
• Periode 1951 – 1955
• Periode 1956 – 1960
• Periode 1961 – 1966

Periode Setelah Orde Baru dibagi dalam :
• Periode 1966 s/d periode stabilisasi dan rehabilitasi
• Periode Repelita I : 1969/70 – 1973/74
• Periode Repelita II : 1974/75 – 1978/79
• Periode Repelita III : 1979/80 – 1983/84
• Periode Repelita IV : 1984/85 – 1988/89
• Periode Repelita V : 1989/90 – 1993/94


Selasa, 13 Desember 2011

Tugas Minggu 10


NAMA :
·     CATRINE CHRISTIN ( 21211592 )
·     CHRISELDA DESTIO ( 27211786 )
·     FARAH RIZKI ANNISA ( 22211696 )
·     KURNIA AGUSTIN ( 28211697 )
·     MARIA ULFAH ( 24211295 )

KELAS : 1EB20

1.SEBUT & JELASKAN METODE PENDEKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jawab:

Metode Pendekatan Sumber Daya Manusia yaitu :
a.   Pendekatan Mekanis
·      Mekanisasi (otomatisasi) : mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin
·      Pertimbangannya : ekonomis, kemanusiaan, efektif dan kemampuan lebih besar dan lebih baik
·      Keuntungannya : pekerja semakin terampil dan efektifitas semakin besar
·      Kelemahannya : pekerjaan membosankan para pekerja, menitikberatkan analisisnya pada spesialisasi, efektivitas, standarisasi, & memperlakukan karyawan sama dengan mesin

b.   Pendekaatan Paternalis
·      Dalam memberikan pengarahan kepada bawahannya manajer bertindak seperti bapak kepada anaknya
·      Bawahan diperlakukan dengan baik, fasilitas diberikan, bawahan dianggap sebagai anaknya
·      Akibat buruk : Karyawan menjadi manja dan malas sehingga produktifitas menurun

c.   Pendekatan Sistem Sosial
·      Memandang bahwa organisasi adalah suatu sistem yang kompleks yang beroperasi dalam lingkungan komplek
·      Manajer mengakui dan menyadari bahwa tujuan organisasi baru akan tercapai jika terbina kerjasama yang harmonis antar semua karyawan, bawahan dan atasan serta terjadinya interaksi yang baik
·      Setiap karyawan betapapun rendah kedudukannya harus mendapatkan penghargaan yang baik agar tujuan organisasi tercapai
·      Untuk mencapai tujuan yang optimal, hendaknya manajer menyadari bahwa ia membutuhkan bantuan, loyalitas dan berpatisipasi dari bawahannya.
·      Sebaliknya karyawan harus menyadari bahwa kebutuhannya akan dapat terpenuhi jika organisasi mendapat keuntungan

2.UNTUK APA  ORGANISASI  MEMBUAT  RANCANGAN KOMPENSASI  BAGI   
 KARYAWANNYA
Jawab :

Tujuan Organisasi membuat rancangan kompensasi bagi karyawan :
·     Menurut Schuler dan Jackson (1999) menyatakan bahwa melalui kompensasi dapat digunakan untuk :
(a) menarik orang-orang yang potensial atau berkualitas untuk bergabung dengan
organisasi.
(b) mempertahankan pegawai yang baik.
(c) meraih keunggulan kompetitif.
(d) memotivasi pegawai dalam meningkatkan produktivitas atau mencapai tingkat kinerja yang tinggi.
(e) melakukan pembayaran sesuai aturan hukum.
(f) memudahkan sasaran strategis.
(g) mengokohkan dan menentukan struktur.

·     Menurut Hasibuan (1997, pp.137-138) mengemukakan bahwa tujuan dari kompensasi, antara lain:
1.  Ikatan Kerjasama
Agar terjalin ikatan kerjasama antara majikan dengan pegawai, dimana pegawai
Harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik, sedangkan pengusaha atau
majikan wajib membayar kompensasi sesuai dengan perjanjian.
2.  Kepuasan Kerja.
Dengan balas jasa, pegawai akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan fisik,
status social dan egoistiknya sehingga ia memperoleh kepuasan kerja dari
jabatannya itu.
3.  Pengadaan Efektif.
Jika program kompensasi ditetapkan cukup besar maka pengadaan pegawai yang
berkualitas untuk organisasi itu akan lebih mudah.
4.  Motivasi.
Jika balas jasa yang diberikan memotivasi bawahannya cukup besar, manajemen
akan lebih mudah memotivasi bawahannya.
5.  Stabilitas Pegawai.
Dengan program kompensasi atas prinsip adil dan layak serta eksternal
konsistensi yang kompetitif, maka stabilitas pegawai lebih terjamin karena turn
over relatif kecil.
6.  Disiplin.
Dengan pemberian balas jasa yang cukup besar maka disiplin pegawai semakin
baik, mereka akan menyadari serta mentaati peraturan yang berlaku.
7. Pengaruh Serikat Buruh
Dengan program kompensasi yang baik, pengaruh serikat buruh dapat dihindarkan
dan pegawai akan berkonsentrasi pada pekerjaannya.
8. Pengaruh Pemerintah
Jika program kompensasi itu sesuai dengan Undang-Undang Perburuhan yang
berlaku (seperti batas upah minimum), maka campur tangan pemerintah secara
berlebihan dapat dihindarkan.

3.APA  PERBEDAAN ANALISIS  BEBAN KERJA  & ANALISIS  TENAGA  KERJA
Jawab :

Perbedaan Analisis Beban Kerja dengan Analisis Tenaga Kerja :
·     Analisa Beban Kerja adalah proses untuk menetapkan jumlah jam kerja orang yang digunakan atau dibutuhkan untuk merampungkan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, atau dengan kata lain analisis beban kerja bertujuan untuk menentukan berapa jumlah personalia dan berapa jumlah tanggung jawab atau beban kerja yang tepat dilimpahkan kepada seorang petugas.

·     Analisis Tenaga Kerja adalah suatu metoda yang sistematis dalam mengumpulkan, menganalisis dan merumuskan data jabatan yang meliputi: tugas-tugas, hubungan kerja, tanggung jawab, wewenang, kondisi kerja serta persyaratan-persyaratannya.


4.APA YG  AKAN DILAKUKAN  KARYAWAN  JIKA  TERJADI KETIDAK 
 SEPAKATAN DENGAN  PERUSAHAAN TEMPAT MEREKA BEKERJA
Jawab :

Yang  akan dilakukan karyawan jika terjadi ketidaksepakatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja :
    - selesaikan dengan cara musyawarah sampai bertemu titik tengahnya.
    - karyawan menjadi bermalas-malasan
    - memperlambat kerja
    - mogok kerja

5.SEBUTKAN  HUBUNGAN YG MENGATUR  ANTARA  TENAGA KERJA    
   DENGAN MANAJER  SUATU PERUSAHAAN
Jawab :

Hubungan yang mengatur antara Tenaga Kerja dengan Manajer suatu Perusahaan :
    Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :
-      Closed Shop Agreement
Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat (persatuan)

-      Union shop Agreement
Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu
tertentu

-      Open Shop Agreemen
Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja

Senin, 05 Desember 2011

Tugas Minggu 9


NAMA KELOMPOK : CATRINE CHRISTIN ( 21211592 )
CHRISELDA DESTIO ( 27211786 )
FARAH RIZKI ANNISA ( 22211696 )
KURNIA AGUSTIN ( 28211697 )
MARIA ULFAH ( 24211295)

1. MANAJEMEN KEUANGAN ADALAH : …………………
SEBUTKAN KEPUTUSAN MANAJER KEUANGAN ITU APA SAJA
SERTA KEGIATAN SEORANG MANAJER KEUANGAN BERKAITAN DENGAN
ERAT DENGAN …………..
JAWAB :

 Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lainnya secara sfektif dan efisien untuk mencapi tujuan.

Berikut 3 keputusan manajer keuangan yang berkaitan dengan kegiatannya,yaitu :
1. Keputusan pembelanjaan ( Financing )
• Keputusan investasi adalah suatu usaha dimana manajer keuangan mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang dapat mendatangkan keuntungan dimasa yang akan datang. Bentuk,macam,dan komposisi dari kegiatan investasi akan mempengaruhi dan menunjang tingkat keuntungan dimasa depan.
2. Keputusan pembiayaan ( Investasi )
• Keputusan pendanaan sering disebut dengan kebijakan struktur modal. Dalam keputusan pendanaan seorang manajer keuangan dituntut untuk mempertimbangkan dan menganalisis kombinasi dari sumber-sember dana yang ekonomis bagi perusahaan guna membelanjai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan usahanya.
3. Keputusan Deviden ( Deviden Policy )
• Keputusan deviden adalah keputusan manajeman keuangan untuk menentukan besarnya prosentase laba yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk cash deviden,stabilitas deviden yang dibagikan,deviden saham ( stock deviden ),pemecahan saham ( stock split ), dan penarikan kembali saham yang beredar yang semuanya ditunjukan untuk meningkatkan kemakmuran para pemegang saham.
2.APA YG DIMAKSUD DENGAN KA sumbPITAL BUDGETING DAN SEBUTKAN
METODE PERHITUNGANNYA
JAWAB :

 Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap Metode perhitungannya:
1. Payback period
2. Net Present Value (NPV)
3. Internal Rate of Return (IRR)
4. Profitability Index
3.BERIKAN ALASAN MENGAPA MANAJER KEUANGAN MENCARI DANA

JAWAB :

Manajer keuangan mencari dana,Menutut saya karena memang sudah tugas mereka untuk operasional kegiatan perusahaan/ menjalankan proyek yang ingin di capai. Atau mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.